Senin, 14 Maret 2016

Proposal Skripsi BAB I PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI ..........


PROPOSAL SKRIPSI
JUDUL
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE THINK PAIR AND SHARE (TPS) SISWA KELAS 3 SDN O3 SURUHWADANG BLITAR







Disusun oleh :
...................................








JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN  ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG MASALAH
       Pendidikan merupakan suatu proses untuk memberikan pengaruh, bantuan, atau tuntunan yang diberikan kepada setiap orang ketika sejak lahir pada umumnya. Dengan adanya pendidikan manusia dibentuk menjadi sosok orang yang mempunyai suatu pandangan hidup untuk mengembangkan karakter-karakter yang dimiliki oleh setiap manusia. Sedangkan dalam melakukan aktifitas pendidikan diperlukan adanya tenaga pendidik dan orang yang akan didik, sehingga dalam kegiatan tersebut dapat mengarah kedalam tujuan dari pendidikan nasional. Dengan adanya dasar tujuan pendidikan nasional maka akan terwujudlah suatu pendidikan yang optimal, seperti halnya yang tertuang pada UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu yang berbunyi sebagai berikut:
“Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta dapat bertanggung jawab”.
       Dalam dasar tujuan nasional yang telah disuratkan dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 tersebut bagi setiap unit atau organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dalam melakukan kegiatannya yang mengacu pada tujuan pendidikan nasional, maka pendidikan nasional ditentukan oleh pemerintah bersama dewan perwakilan rakyat dengan memperhatikan masukan dari rakyat. Sedangkan untuk lebih mudahnya dalam pencapaian tujuan dari setiap unit pendidikan dari tujuan pendidikan nasional, maka terdapat pula tujuan institutional. Tujuan dari institutional ini sesuai dengan jenjang dan tingkat pendidikannya, diantaranya yaitu tujuan dari pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sampai dari tujuan Pendidikan Perguran Tinggi. Semua tujuan akan dituangkan dalam kurikulum masing-masing pendidikan yang bersangkutan.
       Sesuai dengan UU RI pasal 13 tujuan dari Pendidikan Sekolah Dasar  adalah “Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan  dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah”.
       Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru tidaklah semudah yang dibayangkan, asal mengajar tanpa melakukan perencanaan terlebih dahulu. Setiap kegiatan belajar mengajar diperlukan beberapa penggunaan metode untuk memperlancar proses pembelajaran, dan sekaligus sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Penggunaan metode yang tepat dapat memperlancar guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dikehendaki, sehingga guru hendaknya selalu menggunakan metode-metode yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Demikian halnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
       Pada saat ini mata pelajaran Bahasa Indonesia sering sekali diabaikan dan dianggap tidak terlalu penting dibandingkan mata pelajaran yang lainnya, hal ini dibuktikan dengan banyak sekali siswa yang tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik (hasil observasi di SD 3 Suruhwadang). Padahal, mata pelajaran Bahasa Indonesia sangatlah penting untuk diajarkan pada anak sejak awal.
       Pada pembelajaran Bahasa Indonesia ada empat aspek yang perlu dipelajari diantaranya adalah membaca, berbicara, mendengarkan, dan menulis. Diantara aspek tesebut yang paling sulit dilakukan pada siswa yaitu pada aspek menulis, karena banyak kosa kata dan cara penulisan yang kurang dikuasai oleh siswa. Sedangkan ketika pembelajaran banyak guru Sekolah Dasar mengalami kesulitan untuk membiasakan anak belajar dalam menulis (hasil wawancara dengan guru di SD 03 Suruhwadang). Penyebabnya adalah metode pengajaran yang terlalu kaku sehingga menimbulkan kesan bahwa menulis itu sangat sulit, selain itu guru SD belum memahami pentingnya keterampilan menulis (hasil analisis wawancara dengan guru SD 03). Belum banyak dari mereka yang bisa memberikan materi pelajaran dengan cara yang tepat dan menarik. Sehingga siswa merasa kesulitan dalam menulis suatu karagan (mengarang), hal yang paling menonojol ketika dilakukan observasi mengenai hasil karangan narasi siswa yaitu terlihat banyaknya kesalahan siswa dalam penulisan karangan narasi tersebut. Adapun kesalahan-kesalahan yang telah dialami oleh siswa yaitu 1. Siswa tidak dapat menggunakan tanda baca dengan tepat baik itu penempatan titik (.) ataupun tanda koma (,); 2. Siswa tidak bisa menggunakan kalimat secara efektif; 3. Siswa tidak mampu menuangkan gagasan dalam karangan narasi. Terlihat dari hasil KKM yang tidak dapat dicapai oleh para siswa mencapai 75% yaitu antara 12-14 orang dari seluruh siswa kelas 3 SDN 03 Suruhwadang yang berjumlah 17 siswa yaitu yang terdiri dari 6 perempuan dan 11 laki-laki. Dengan rincian siswa yang tidak dapat menggunakan tanda baca dengan tepat sebanyak 20% atau sebanyak 3 siswa. Siswa yang tidak bisa menggunakan kalimat secara efektif mencapai 30% atau 6 siswa dan siswa tidak mampu menuangkan gagasan sebanyak 25% atau sebanyak 5 siswa.
       Berdasarkan kajian terhadap karangan narasi siswa kelas 3 SD 03 Suruhwadang diketahui: pada umumnya anak kurang dapat mengelola gagasan secara runtut ataupun sistematis, serta tidak dapat menggunakan kalimat secara efektif dan siswa tidak dapat menggunakan tanda baca secara tepat. Sedangkan yang selama ini siswa jarang menulis dengan kata-kata mereka sendiri, mereka hanya menyalin tulisan dari buku tulis ataupun buku paket. Hal tersebut berakibat pada rendahnya penguasaan kosakata untuk mengungkapkan gagasan pada saat mengarang. Selain itu sebagian guru memandang bahwa keberhasilan siswa lebih banyak dilihat dari nilai yang diraih dalam tes, ulangan umum, dan Ujian Akhir Nasional (UAN). Nilai-nilai dari tes itulah yang dijadikan ukuran atau patokan suatu keberhasilan pembelajaran.
       Tidak hanya sebatas itu saja didalam pembelajaran siswa hanya diberikan teori-teori tentang menulis, cara menulis, ketentuan-ketentuan menulis sementara teori tersebut jarang dipraktekkan. Pembelajaran yang konvensional ini tentu saja jarang atau bahkan tidak menggunakan media, padahal pemanfaatan media memiliki peran yang penting terhadap pencapaian kualitas pembelajaran. Keadaan seperti itu telah terjadi di sekolah dasar secara umum. Adapun masalah yang timbul yang telah dialami oleh siswa terletak pada aspek kelogisan, siswa mengalami kesulitan dalam menyusun karangan yang logis.
       Pada aspek ejaan siswa juga mengalami kelemahan-kelemahan yang lainnya seperti halnya kesalahan yang sering muncul adalah penggunaan huruf kapital yang tidak sesuai dengan EYD. Pada aspek kohesi dan koherensi, siswa juga mengalami kelemahan, serta kuarang tepatnya dalam menggabungkan kalimat merupakan tanda dari kelemahan mereka. Rendahnya kemampuan menulis karangan narasi tersebut merupakan masalah yang bisa diangkat untuk dapat mencari solusi yang tepat. Karena, sesuai dengan tugas utama guru adalah bertanggung jawab membantu anak didik dalam hal belajar. Dalam proses belajar mengajar, guru yang menyampaikan pelajaran, memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam kelas, membuat evaluasi belajar siswa, baik sebelum, sedang maupun sesudah pelajaran berlangsung (Combs, 1984:11-13). Maka dari itu guru harus  cepat tanggap terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh siswanya.
       Sesuai dengan kenyataan yang ada di sekolah SDN 03 Suruhwadang yang ada di Blitar  yaitu, siswa kurang begitu bisa mengungkapkan ide pikiran ketika diberi tugas untuk mengarang, dan sikap guru yang acuh tak acuh membuat siswanya semakin mampu dalam mengarang sesuai kaidah yang benar yaitu kalimat yang runtut dan ide pokok paragraf yang jelas.
       Adanya permasalahan tersebut, maka harus dilakukan perubahan untuk  melakukan pemecahan masalah, dengan adanya inovasi pembelajaran yang baru maka guru dapat menerapkan metode think pair and share dengan perpaduan penggunaan media gambar berseri untuk memudahkan siswa menuangkan ide pikirannya dalam menulis karangan. Media gambar berseri sebagai salah satu alat media untuk pengajaran menulis karangan narasi yang dianggap tepat dan mampu meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh media ini tidak besar sehingga gambar-gambar yang diberikan pada siswa dapat bervariasi. Dengan adanya variasi gambar, siswa tidak akan jenuh dan tertarik untuk belajar. Pada umumnya siswa kelas rendah sangat tertarik dengan penggunaan media gambar yang bervariasi, dan dengan penggunaan gambar berseri siswa dapat belajar berpikir logis mengenai hubungan sebab akibat, kaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain yang mengikutinya.
       Guru yang dapat menerapkan metode dan media yang tepat, tentunya akan mengantarkan siswa kedalam kegiatan pembelajaran yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara lebih optimal. Pada akhirnya hasil belajar yang akan dicapai dapat memuaskan dengan nilai yang baik serta prestasi yang tinggi.
       Dengan tercapainya tujuan dan kualitas pembelajaran, maka dikatakan bahwa guru telah berhasil dalam mengajar. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar tentu diketahui setelah diadakan evaluasi dengan berbagai faktor yang sesuai dengan rumusan beberapa tujuan pembelajaran. Sejauh mana tingkat keberhasilan kegiatan belajar mengajar, dapat dilihat dari daya serap dan prosentase keberhasilan anak didik mencapai tujuan pembelajaran khusus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jika hasil yang dicapai masih kurang dari tujuh puluh lima persen dari jumlah keseluruhan siswa yang mengikuti proses pembelajaran, maka pembelajaran belum dapat dikategorikan berhasil. Sehingga dalam proses selanjutnya harus dilakukan peninjauan kembali.
       Berdasarkan uraian diatas, dilakukanlah penelitian tindakan kelas dengan judul  Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Metode Think Pair and Share Pada Siswa Kelas 3 SDN 03 Suruhwadang Blitar Tahun ajaran 2012/2013.

1.2              FOKUS MASALAH
       Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan guru kelas 3 yang ada di SDN 03 Suruhwadang telah terdapat permasalahan yang telah dihadapi, adapun masalah tersebut yaitu:
1.      Siswa tidak dapat menggunakan tanda baca dengan tepat dalam karangan narasi.
2.      Siswa tidak mampu mengarang secara efektif yaitu dengan runtut dan jelas.
3.      Siswa tidak dapat menuangkan gagasan dalam suatu karangan.

       Dengan adanya permasalahan tersebut maka dari peneliti menawarkan solusi untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengarang khususnya karangan narasi. Adapun solusi dari permasalahan tersebut yaitu:
1.      Untuk mempermudah siswa dalam penggunaan tanda baca secara tepat. Penelitu menerapkan metode TPS pada aspek Share. Dimana siswa dapat saling koreksi atas karangan yang sudah dibuat dengan menggunakan alat pedoman EYD, sehingga siswa dapat mengetahui tingkat kesalahannya.
2.      Untuk mempermudah siswa dalam merangkai kalimat secara efektif dengan  susunan kalimat yang runtut dan jelas, dapat menggunakan media gambar berseri.
3.      Untuk mempermudah siswa menuangkan gagasan dalam mengarang,  dapat menggunakan metode Think Pair and Share (TPS). Dalam metode tersebut siswa diajak untuk dapat saling memberi masukan, sehingga dalam pemberian tugasnya, siswa dapat berpasang-pasangan untuk saling bertukar pikiran.

1.3              RUMUSAN MASALAH
       Merujuk pada uraian latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahannya yaitu:
1.      Bagaimana penggunaan metode Think Pair and Share dengan media gambar berseri pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SDN 03 Suruhwadang Blitar.
2.      Apakah penggunaan metode Think Pair and Share (TPS) dengan media gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas 3 SDN 03 Suruhwadang Blitar.

1.4              TUJUAN PENELITIAN
       Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk:
1.      Menjelaskan penggunaan metode Think Pair and Share dengan media gambar berseri pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas 3 SDN 03 Suruhwadang Blitar.
2.      Membuktikan bahwa penggunaan metode Think Pair and Share dengan media gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas 3 SDN 03 Suruhwadang Blitar.    
 
1.5              MANFAAT PENELITIAN
1.      Manfaat Teoris
Hasil dari penelitian ini dapat memberikan pengembangan penggunaan metode Thik Pair and Share pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

2.      Manfaat Praktis
a.    Bagi Siswa 
1.      Dengan penerapan metode TPS (Think Pair and Share) dengan bantuan media gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa SD akan lebih bermakna dan lebih optimal.
2.      Dengan diterapkankannya media gambar berseri pada pembelajaran menulis karangan, siswa SD akan dilatih dan dibiasakan berpikir logis mengenai hubungan sebab-akibat.
3.      Siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.

b. Bagi Guru
1.      Meningkatkan kinerja guru karena dengan media gambar berseri dapat mengefektifkan waktu pembelajaran.
2.      Media gambar berseri sebagai sarana bagi guru untuk memotivasi siswa
untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran menulis.
3.      Menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan sehingga dapat menarik perhatian siswa.

c. Bagi Sekolah
1.      Menjadi refrensi bagi sekolah yang sedang dilakukan penelitian.
2.      Sebagai motivasi dalam perbaikan mutu yang ada disekolah yang bersangkutan.

1.6              BATASAN ISTILAH
1.      Ketrampilan
        Keterampilan merupakan suatu kegiatan yang dapat menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi diri sendiri atau orang lain.

2.      Menulis
       Menulis adalah Menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang (UMM PRESS).

3.      Karangan
       Karangan adalah Hasil coretan atau tulisan yang menggambarkan suatu ide yang ditulis secara runtut.

4.      Narasi
       Menurut Sujanto, J. Ch (1988: 111) Narasi adalah jenis paparan yang biasa digunakan oleh para penulis untuk menceritakan tentang rangkaian kejadian atau peristiwa yang berkembang melalui waktu.

5.      Menulis Karangan Narasi
       Menulis karangan narasi yaitu, menuliskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan atau menceritakan suatu peristiwa yang berkembang melalui waktu
6.      Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi karangan sederhana narasi dengan Stadar Kompetensi: mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi, dan dengan Kompetensi Dasar: menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan ejaan, huruf kapital, dan tanda titik.
.
7.      Metode
 Metode adalah Suatu cara atau pola perbuatan yang operasional.

8.      Metode TPS (Think Pair and Share)
       Metode TPS adalah Pembelajaran yang diarahkan secara berpasang-pasangan untuk saling bertukar pikiran dan bekerjasama dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru.

9.      Siswa
       Siswa adalah salah satu komponen yang ada di dalam sekolah, sesuai dengan yang tetera dalam UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, pasal 60 ayat 1 yaitu menyatakan “Setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya”.
        Dengan demikian, anak wajib memperoleh pendidikan untuk mengembangkan kepribadian dan perkembangannya, sesuai dengan karakter yang dimiliki anak.

10.  Sekolah Dasar
        Sesuai dengan UU RI No. 2 Tahun 1989, Pasal 13 menyebutkan bahwa “Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah”.
       Sekolah Dasar merupakan pendidikan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan, menumbuhkan sikap dasar yang diperlakukan dalam masyarakat, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikanmenengah. Pendidikan dasar pada prinsipnya merupakan pendidikan yang memberikan bekal dasar bagi perkembangan kehidupan, baik untuk pribadi maupun untuk masyarakat. Karena itu, setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dasar. (Fuad Ihsan, 2008:22)
        Sedangkan menurut Sikun Pribadi, (1981:75) Pendidikan Dasar adalah Pendidikan yang berfungsi memberikan bekal dasar pembangunan kehidupan, baik untuk pribadi maupun masyarakat. Selain dapat berfungsi untuk mempersiapkan pelajar mengikuti pendidikan yang selanjutnya.
         Dari berbagai pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwasannya Sekolah Dasar (SD) merupakan pendidikan pertama bagi anak dalam mengembangkan kepribadiannya baik sikap, pengetahuan, dan kemampuannya, untuk dapat hidup dalam masyarakat dan mempersiapkan dalam memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan yang selanjutnya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar