Kamis, 14 Januari 2016

Proposal Kelinci


PROPOSAL USAHA
“ PETERNAKAN KELINCI ’’

                                               


                          
DI SUSUN OLEH :
1.      JOKO SUDIRO              NPM ( 114126 )

                                          
UNIVERSITAS SOERJO NGAWI
TAHUN 2014
I.              PENDAHULUAN
Sudah tidak asing lagi, pada umumnya masyarakat masih banyak yang kekurangan kandungan protein dalam makanannya sehari-hari. Sekarang ini usaha untuk menambah nilai protein dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menambah hasil ikan, membudidayakan ternak besar atau kecil serta unggas. Meskipun demikian, akan memakan waktu yang cukup lama untuk dapat mencapai tujuan ini hingga bisa memenuhi kebutuhan protein pada masyarakat. Hingga kini masyarakat masih banyak yang enggan untuk membudidayakan ternak kecil yang mudah pemeliharaannya, cepat berkembang biaknya, banyak menghasilkan daging dan protein serta tidak memakan biaya yang besar, misalnya usaha yang mudah di kembangkan adalah ternak kelinci. Tentang cara pemeliharaan kelinci sudah tidak asing lagi, bahkan tergolong lebih mudah di banding dengan pemeliharaan ternak lain. Setelah di adakan penyuluhan ternyata ada kelinci yang bisa mencapai berat sekitar 8kg. Dengan kesadaran masyarakat untuk membudidayakan kelinci, bisa menambah jumlah protein yang di butuhkan oleh masyarakat.
II.           TUJUAN
1.      Membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran
2.      Menambah penghasilan keluarga
3.      Dapat mendaur ulang kotoran kelinci menjadi pupuk kompos
4.      Dapat memberikan bekal ilmu dan praktek usaha bagi pemuda desa
5.      Dapat melakukan usaha pemeliharaan kelinci dengan baik dan memberikan manfaat yang besar.

A.      Judul Kegiatan : Usaha Peternakan Kelinci Jenis “VLAAMSE REUS”
B.       Latar Belakang
          Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
          Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu beternak kelinci. Mengapa memilih Kelinci karena akhir-akhir ini kebutuhan akan daging kelinci semakin hari semakin besar karena semakin menjamurnya lahan usaha yang memanfaatkan daging kelinci sebagai bahan utamanya diantaranya warung sate kelinci, warung tengkleng kelinci maupun restoran mewah yang menawarkan menu utama daging kelinci. Karena kelinci memiliki kualitas daging yang bagus yaitu rendah lemak dan kolesterol. Selain itu bertenak kelinci tidak membutuhkan modal yang cukup besar serta lahan beternak yang cukup luas. Pakan kelinci pun dapat dengan mudah memanfaatkan limbah hasil pertanian seperti bekatul, ampas tahu, serta beraneka ragam dedaunan hasil limbah pertanian seperti daun sayuran kubis, singkong, ubi jalar dan lainya.
          Selain itu dalam beternak kelinci pemeliharaan dan perawatannya mudah, penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah, serta kelinci merupakan ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak pada setiap melahirkan. Untuk memanfaatkan peluang ini maka kami akan mendirikan sebuah usaha peternakan kelinci dengan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan.

C.      Perumusan Masalah
          Dalam usaha yang kami jalankan terdapat beberapa masalah yang perlu dirumuskan, antara lain sebagai berikut:
·         Bagaimana cara beternak kelinci pedaging?
·         Bagaimana cara memanfaatkan limbah pertanian untuk makanan tambahan 
   kelinci?
·         Bagaimana cara memasarkan hasil produk ternak kelinci ?



D.    Gambaran Umum Rencana Usaha
          Usaha yang kami dirikan adalah jenis usaha pertenakan kelinci. Karena kebutuhan daging kelinci semakin hari semakin meningkat seiring dengan perkembangan usaha olahan daging kelinici seperti sate kelinci, rica-rica kelinci dan tengkleng kelinci.
          Proses usaha yang kami lakukan adalah peternakan kelinci. Dimana prosesnya antara lain adalah:
a)  Pembibitan
          Pembibitan meliputi pemilihan bibit dan calon induk, perawatan bibit dan calon   induk,  Sistem pemuliabiakan, reproduksi dan perkawinan serta proses kelahiran.
  b)  Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi sanitasi dan tindakan preventif, pengontrolan penyakit perawatan ternak, pemberian pakan dan pemeliharaan kandang
 c) Pemanenan dan pemasaran
E.   Metode Pelaksanaan Program Usaha
Pada awal pelaksanaan kegiatan ini kita akan mengambangkan kelinci dengan tahap awal sejumlah 20 ekor kelinci dimana terdiri dari 16 ekor induk dan 4 ekor pejantan. Dalam pelaksanaan kegiatan usaha ini dilakukan langkah atau tahapan sebagai Berikut:
1.      Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
          Menurut kegunaannya kandang kelinci dibagi menjadi menjadi 3, yaitu :
a) Kandang system postal, tanpa halaman pengumbaran dan cocok untuk kelinci muda.
b) Kandang sistem ranch, dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
c) Kandang battery, mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor.

2.      Pembibitan
          Pada proses pembibitan dilakukan beberapa cara, yaitu :
a) Pemilihan bibit dan calon induk
b) Perawatan bibit dan calon induk
c) Sistem pemuliabiakan
d) Reproduksi dan perkawinan
e) Proses kelahiran

3.      Pemeliharaan
          Pada proses pemeliharaan meliputi :
a) Sanitasi dan tindakan preventif
b) Pengontrolan penyakit
c) Perawatan ternak
    penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu.
d) Pemeliharaan kandang

4.      Pemanenan dan pemasaran

5.   Tempat reproduksi

F.       Target Usaha

1. Target Produk
          Target produk yang kami harapkan dari usaha ini adalah memenuhi kebutuhan daging kelinci yang semakin hari semakin marak karena berkembangnya usaha olahan daging kelinci. Dimana pada tahap awal yaitu pada tahun pertama kita mencanangkan dapat memproduksi sebanyak dari 16 ekor betina didapatkan rata rata 9 ekor anak sehingga pada semester awal kami mampu memproduksi kelinci sebanyak 144 ekor anakan kelinci dimana tiap kelinci memiliki berat rata-rata sebesar 5 Kg sehingga kami mampu memproduksi kelinci sebanyak 720ekor kelinci tiap enam bulan.
2. Target Konsumen
          Pada usaha ini kami menargetkan dapat menyupai kebutuhan daging kelinci pada warung usaha olahan daging kelinci di sekitar daerah wisata. Selain itu kami menargetkan mampu memasarkan kelinci kepada konsumen rumah tangga dengan cara menjual kelinci ke pedagang daging yang ada di pasar tradisional.
3. Rincian Biaya dan Keuntungan
          Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 16 ekor induk:


1.        Biaya Variabel
a.       Bibit induk 16 ekor + 4 ekor pejantan jadi total semua 20 ekor
@ Rp 150.000 X 20 = Rp 3.000.000 masa produktif 3 tahun.
b.      Kandang dan perlengkapan Rp 1.000.000 ( 16 plong kandang bateray bahan dari kayu dan bambu ).
2.         Biaya Produksi
a.       Pakan berupa dedak,ampas tahu dan rumput
Rp 12.500 X 365 hari = Rp 4.562.500
b.      Obat kelinci dan perawatan Rp 500.000
c.       Tenaga kerja = Rp 500.000 X 12 bulan = Rp 6.000.000
d.      Biaya lain-lain Rp 500.000
Jumlah biaya produksi Rp 6.500.000 + 4.562.500,- = 11.062.500 + 500.000,-
3.        Pendapatan
-          Di ambil rata-rata 6 ekor dari kelahiran antara 1-12 ekor / induk
-          Kelahiran tiap induk per tahun = 6 anakan X 16 indukan X 6 kali = 576 ekor
-          Hasil penjualan bibit kelinci
576 X 50.000,- = Rp 28.800.000 ( anakan yang sudah bisa di jual umur 2bulan atau sampai waktu sapih )
4.        Analisa usaha selama 3 tahun
1.      Biaya pengeluaran
a.       Indukan 20 ekor                                       = Rp 3.000.000
b.      Kandang dan perlengkapan                     = Rp 1.000.000
c.       Biaya pakan X 3 tahun                            = Rp 13.687.500
d.      Obat kelinci dan perawatan X 3 tahun     = Rp 1.500.000
e.       Tenaga kerja X 3 tahun                             = Rp 18.000.000
f.       Biaya lain-lain X 3 tahun                          = Rp 1.500.000
Jumlah Biaya Pengeluaran                           Rp 38.687.500
2.      Pendapatan usaha selama 3 tahun
a.       Hasil penjualan bibit kelinci                      = Rp 28.800.000 X 3 = Rp 86.400.000
b.      Hasil penjualan induk                               = Rp 100.000 X 20 = Rp 2.000.000
c.       Selain itu penghasilan yang di hasilkan dari kencing dan kotoran kelinci yang bisa di jual
3.      Hasil keuntungan selama pemeliharaan 3 tahun
Rp 88.400.000 – Rp 38.687.500 = 49.712.500
Penghasilan rata-rata bersih per tahun sejumlah Rp 16.570.833,3   
      Proyeksi diatas sesaui dengan harapan awal, tidak menutup kemungkinan proyeksi diatas meleset karena berbagai macam kejadian.


G.      Penutup
          Demikian proposal ini kami buat dengan upaya dapat membuat usaha yang terbaik bagi pemberdayaan ternak kelinci sebagai bekal kewirausahaan di masa depan. Semoga usaha kami mendapatkan respon yang positif dan mendapatkan dukungan. Kami mengucapkan terimakasih atas respon yang dibeikan. Semoga ALLAH memberikan jalan yang terbaik untuk kita dalam menjalankan usaha ini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar