Rabu, 25 Januari 2017

BAB III Sosiologi

3   RAGAM GEJALA SOSIAL
DALAM MASYARAKAT



Kompetensi Inti
KI  1  :  Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, responsif, dan pro-aktif serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI  3  :  Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI  4 :  Mengolah, menalar, dan menyaji dalam  ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.     
 Kompetensi Dasar 
1.1   Memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghormat    agama lain
2.2   Merespon secara positif berbagai gejala sosial di lingkungan sekitar
3.3  Menganalisis berbagai gejala sosial dengan menggunakan konsep-konsep dasar sosiologi untuk memahami hubungan sosial di masyarakat.
4.3   Melakukan kajian, diskusi dan mengaitkan konsep-konsep dasar sosiologi untuk mengenali berbagai gejala sosial dalam memahami hubungan sosial di masyarakat.
Indikator
A.         Pengertian gejala sosial
B.         Mengenal gejala sosial dalam masyarakat
C.         Ragam gejala sosial yang bersifat negatif
D.         Ragam gejala sosial yang bersifat positif
E.         Konsep dasar sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala  sosial


Tujuan Pembelajaran
Setelah belajar dengan menggunakan modul ini siswa diharapkan mampu menjelaskan pengertian gejala sosial, mengenal gejala sosial dalam masyarakat, ragam gejala sosial yang bersifat negatif, ragam gejala sosial yang bersifat positif, dan konsep dasar  sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala  sosial.

A.    Pengertian Gejala Sosial

a.       Mengamati lingkungan
Amatilah di lingkungan tempat tinggalmu  gejala sosial yang bersifat negatif maupun positif.  Gejala sosial yang bersifat negatif misalnya kemiskinan, kriminalitas, disorganisasi keluarga, masalah remaja, dan alkoholisme sedangkan gejala sosial yang positif antara lain modernisasi, pembangunan dan nasionalisme. Sebutkan gejala sosial tersebut yang ada di lingkunganmu dan diskusikan apa penyebabnya dan bagaimana cara menghilangkannya apabila gejala sosial tersebut bersifat negatif.

b.      Pengertian gejala sosial
Gejala sosial adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan sosial. Salah satu gejala sosial yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari adalah adanya masalah-masalah sosial yang ada dalam keluarga maupun dalam masyarakat.






B.     Mengenal Gejala Sosial Dalam Masyarakat
a.         Mengamati lingkungan
           Salah satu gejala sosial yang ada dalam masyarakat adalah kemiskinan. Amati dan diskusikan bersama temanmu apa yang menyebabkan kemiskinan, bagaimana cara mengatasi kemiskinan, lembaga apa yang paling kompeten mengatasi kemiskinan dan apa saja gejala sosial di masyarakat akibat dari kemiskinan.

b.               Mengenal gejala sosial dalam masyarakat
            Konsep dasar sosiologi yang telah kalian pelajari dalam bab terdahulu kiranya dapat dijadikan sebagai jembatan untuk mengenali gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Agar lebih jelas untuk mengenali gejala sosial di bawah ini diuraikan satu persatu:

No
Konsep Dasar Sosiologi
Gejala Sosial Dalam Masyarakat
1
Interaksi sosial
Terjadinya konflik antar suku bangsa. Konflik antar suku di Indonesia karena adanya intaraksi antar warga masyarakat multikultural
2
Kelompok sosial
Terjadinya penyimpangan kelompok sosial. Dalam masyarakat terdapat kelompok sosial yang cenderung melakukan penyimpangan yang merugikan orang lain misalnya geng motor, teroris, dan sebagainya.
3
Perubahan sosial
Terjadinya dekadensi moral atau kemerosotan moral dalam masyarakat. Perubahan sosial yang disebabkan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi komunikasi yang disertai globalisasi memudahkan masuknya budaya barat yang bersifat negatif misalnya narkoba, free sex, konsumtif, sekuler dan hidup permisif (serba membolehkan).
4.
Pelapisan sosial
Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat. Di masyarakat secara ekonomi terbagi dalam kelas-kelas sosial yang dikemas dalam bentuk pelapisan sosial. Masyarakat yang berlapis-lapis tersebut adalah masyarakat kelas bawah, menengah dan atas. Karena tingkat kesejahteraan yang berbeda memicu mereka dalam kesenjangan sosial yang sangat tajam.
5
Kebudayaan
Terjadinya kebudayaan daerah ditinggalkan generasi muda. Globalisasi yang memicu budaya barat masuk secara leluasa menimbulkan generasi muda lebih menyukai budaya barat seperti musik pop, musik cadas, film barat dari pada kebudayaan lokal. Padahal budaya lokal seperti gamelan, angklung, wayang dan sebagainya lebih luhur dan adiluhung dari pada budaya barat.














Kalian telah mempelajari  cara mengenal gejala sosial dalam masyarakat melalui konsep dasar sosiologi.  Untuk menguji pemahamanmu isilah kolom berikut.

No
Konsep dasar sosiologi

Gejala sosial dalam masyarakat
1
Mobilitas sosial




2
Difusi



3
Pengendalian sosial



4
Penyimpangan sosial



5
Akulturasi








Foto 3.a. adalah ilustrasi konflik antara buruh dan majikan akibat adanya pelapisan sosial yang menyebabkan kesenjangan sosial yang sangat tajam antara buruh dan majikan. Pertanyaan:
a.       Faktor apa penyebab konflik kasus di atas?
b.      Bagaimana cara menghentikan setelah  konflik tersebut terjadi?
c.       Bagaimana langkah awal yang dilakukan pengusaha agar tidak terjadi konflik dengan buruh?















C. Ragam Gejala Sosial Yang Bersifat Negatif
a.  Mengamati lingkungan
         Di lingkunganmu barangkali   ada persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat contohnya  kemiskinan dengan ditandai perkampungan rumah yang kumuh dan kotor, penghuninya banyak yang bekerja sebagai pemulung, hasil pulungan berupa botol dan plastik yang berserakan tidak teratur di halaman rumah maupun di dalam rumah dan penghuninya tidak hidup secara wajar dan sejahtera. Dari pengamatan kalian apa yang seharusnya diperbaiki, dibatasi atau bahkan dihilangkan.

b. Ragam gejala sosial yang bersifat negatif
1. Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai suatu dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dan keluarganya sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Pada masyarakat sederhana bisa saja kemiskinan bukan suatu masalah sosial karena mereka menganggap bahwa semua telah ditakdirkan sehingga tidak ada usaha-usaha untuk mengatasinya. Faktor yang menyebabkan mereka tidak suka kemiskinan adalah kesadaran bahwa mereka gagal menjalani hidup dan perasaan adanya ketidakadilan.
Pada masyarakat modern sekarang ini kemiskinan menjadi masalah sosial karena sikap membenci dengan kemiskinan tadi. Seseorang merasa miskin bukan karena kurang makan, kurang minum, kurang pakaian dan kurang perumahan tetapi karena harta miliknya dianggap tidak cukup untuk memenuhi taraf kehidupan yang berlaku. Contohnya seseorang yang hidup di Jakarta dikatakan miskin bila tidak memiliki televisi dan mobil, sehingga benda materi tersebut menjadi ukuran apakah seseorang itu miskin atau kaya.
Kemiskinan menjadi gejala sosial yang bersifat negatif karena dengan kemiskinan orang tidak bisa memperoleh pendidikan yang layak, tidak bisa mendapatkan layanan yang memadai dan sebagainya. Selain itu dengan kemiskinan pula menyebabkan orang-orang melakukan tindakan yang melanggar nilai dan norma-norma masyarakat seperti mencuri, melacur, merampok dan sebagainya.

2. Kejahatan  atau kriminalitas
Kejahatan disebabkan karena adanya tekanan ekonomi, imitasi, identifikasi dan kekecewaan yang agresif. Perilaku jahat juga dipelajari dari alat-alat komunikasi seperti buku, surat kabar, film, televisi, radio, dan sebagainya.
Kejahatan dapat dibagi menjadi dua, pertama kejahatan kerah putih (white collar crime). Yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang pandai dan memiliki kedudukan dalam masyarakat seperti korupsi, manipulasi pajak, penyuapan pejabat dan sebagainya. Kedua, kejahatan kerah biru (blue collar crime) adalah kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kurang berpendidikan dan tidak berkedudukan seperti pencurian, perkelahian, perampokan dan sebagainya.
Untuk mengatasi kejahatan kecuali tindakan preventif (pencegahan) dapat pula dilakukan dengan cara represif (tindakan keras) misalnya penjara dan hukuman mati. Kejahatan dikatakan sebagai gejala sosial yang bersifat negatif karena kejahatan dapat merugikan anggota masyarakat lainnya.
3. Disorganisasi keluarga
Keluarga adalah unit kelompok terkecil di dalam masyarakat sehingga segala permasalahan yang terjadi dalam keluarga akan mempengaruhi masyarakat secara umum. Sebaliknya keharmonisan hubungan  dalam keluarga  akan menjadi modal terbentuknya suatu masyarakat yang stabil. Namun kenyataan sering terjadi disorganisasi keluarga (keretakan keluarga) karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya.




Bentuk-bentuk keretakan keluarga diantaranya sebagai berikut:
1.    Keluarga yang tidak lengkap karena hubungan di luar nikah. Misalnya anak tampa ayah, maka dalam hal ini ayah kandung gagal dalam mengisi peran sosialnya.
2.    Keluarga yang mengalami disorganisasi keluarga atau perceraian yang sering disebut broken home .
3.    Buruknya komunikasi dalam keluarga.
4.    Krisis keluarga yaitu kepala keluarga   meninggal dunia , dihukum, atau bekerja ke luar negeri sebagai TKI dalam jangka waktu yang lama.
5.    Terganggunya keseimbangan jiwa (gila) salah satu anggota keluarga terutama jika menimpa ayah dan ibu.
4.    Kenakalan remaja
            Sering dijumpai  pertentangan antara pemuda dan orang tua. Pemuda umumnya merasa telah dewasa secara fisik (biologis), akan tetapi orang tua selalu menganggap mereka belum dewasa sehingga tidak boleh memikul peran-peran orang dewasa.  Pada masa remaja, seorang sedang mengalami peralihan meninggalkan masa kanak-kanak menuju tahap kedewasaan. Dimasa peralihan inilah jika masuk unsur-unsur negatif remaja akan mudah terpengaruh dan ingin coba-coba. Sehingga mereka terjebak masalah narkoba, seks bebas, kebut-kebutan, perkelahian dan sebagainya.
5.    Peperangan
            Peperangan dipandang sebagai bentuk pertentangan yang dahsyat sehingga merugikan yang mengalami kekalahan. Peperangan akan membawa mala petaka baik yang menang maupun yang kalah karena mengorbankan harta, jiwa dan infrastruktur lainya. Peperangan seringkali menimbulkan penderitaan bagi masyarakat yang diikuti dengan dampak kemiskinan dan kehancuran sehingga menjadi masalah sosial bagi yang terlibat.
6.    Terorisme
           Terorisme adalah tindakan yang membuat kerusakan-kerusakan di dalam masyarakat dengan tujuan menyebarkan rasa takut serta mengancam keselamatan publik. Tindakan ini muncul salah satunya akibat adanya rasa ketidak adilan dan pemahaman keagamaan yang sempit. Akibat dari terorieme adalah jatuhnya korban jiwa dan materi, adanya rasa takut warga, dan menurunnya turis yang datang dari manca negara.
7.    Demoralisasi (penurunan kualitas moral)
Demoralisasi atau menurunnya kualitas moral warga masyarakat banyak dijumpai di masyarakat baik dari pejabat-pejabat negara maupun rakyat biasa. Ada beberapa indikasi demoralisasi di masyarakat yaitu:
a.    Kuantitas dan kualitas kriminalisme semakin meningkat
b.    Anarkisme dimana-mana misalnya merusak infrastruktur, membakar rumah dan sebagainya
c.    Konflik sosial marak dimana-mana baik disebab  kan karena pilkada atau kesenjangan sosial
d.   Korupsi tidak terbendung lagi akibat longgarnya hukuman kepada koruptor
e.    Meningkatnya pengedar dan pemakai narkoba baik dikalangan artis, pejabat maupun pelajar
f.     Pergaulan bebas semakin biasa di kalangan remaja













Kalian telah mempelajari  ragam gejala sosial yang bersifat negatif.  Untuk menguji pemahamanmu isilah kolom berikut.

No
Gejala sosial

Sebab-sebab terjadinya dan pemecahannya
1

Kemiskinan




2
Kejahatan




3
Disorganisasi keluarga



4
Masalah remaja




5
Peperangan




6
Pelacuran




7
Kenakalan remaja



8
Alkoholisme



9
Teorisme



10
Demoralisasi




















Foto 3 b. adalah ilustrasi penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang oleh remaja. Pertanyaanya:
a.       Mengapa menggunakan narkoba menjadi gejala sosial bersifat negatif?
b.      Mengapa remaja terjerumus dalam narkoba?
c.       Apa dampak yang ditimbulkan jika remaja menggunakan narkoba dan bagaimana mencegahnya?










































D.   Ragam Gejala Sosial Yang Bersifat Positif
a. Mengamati lingkungan
   Di lingkungan kalian baik yang ada  di pedesaan maupun  di perkotaan tentunya terdapat gejala sosial modernisasi.  Petani yang sedang membajak sawah ada yang masih menggunakan alat bajak tradisional menggunakan sapi untuk menarik bajak dan ada yang sudah menggunakan traktor. Setelah mengamati, bandingkan, lebih  efektif dan efisien mana membajak dengan tenaga hewan  atau traktor?

b.  Ragam gejala sosial yang bersifat positif
1.  Modernisasi
Modernisasi adalah perubahan dari sikap dan alat yang bersifat tradisional menjadi modern. Contohnya seorang petani dikatakan melakukan modernisasi apabila terjadi peralihan penggunaan alat bajak dari semula ditarik oleh tenaga sapi diganti dengan traktor.
Modernisasi pada dasarnya mencakup bidang-bidang yang sangat banyak. Adapun syarat-syarat modernisasi meliputi cara berpikir ilmiah, administrasi negara yang baik,  sistem pengumpulan data yang baik, tingkat organisasi yang baik dan sentralisasi wewenang.
2. Pembangunan
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan disegala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Pembangunan nasional di Indonesia misalnya merupakan suatu proses yang dilakukan berdasarkan rencana tertentu, dengan sengaja, dikehendaki baik pemerintah maupun masyarakat. Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, baik secara spiritual maupun material.
3. Nasionalisme
Nasionalisme yaitu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Perasaan cinta pada tanah air bangkit bila ada negara lain menghina, melecehkan  atau membajak budaya asli Indonesia. Nasionalisme  juga diwujudkan dalam bentuk bangga terhadap budaya sendiri dan cinta produk dalam negeri.
4. Demokratisasi
               Demokratisasi adalah meletakkan kekuasan secara demokratis dengan menyandarkan pada hukum yang berlaku di masyarakat. Dalam masyarakat yang demokratis sesuai dengan sistem hukumnya maka orang yang memegang kekuasaan diberi kedudukan menurut jangka waktu tertentu dan terbatas misalnya lima tahun. Gunanya adalah supaya orang-orang yang memegang kekuasaan dapat digunakan untuk kepentingan rakyatnya.
5.  Keberagaman kelompok sosial dan budaya
           Dalam masyarakat multikultural keanekaragaman suku bangsa, agama serta stratifikasi sosial telah menumbuhkan kelompok-kelompok sosial dan budaya.  Gejala yang mencolok dari masyarakat multikultural atau kemajemukan adalah penekanan pada pentingnya persatuan dan kesatuan. Keanekaragaman kelompok sosial dan budaya dalam masyarakat multikultural di Indonesia bisa dilihat pada berbagai tipe kelompok masyarakat Indonesia berikut ini:
1.      Kelompok Masyarakat
a.    Kelompok masyarakat Indonesia berdasarkan etnis
Kelompok etnis merupakan bentuk kelompok yang menampilkan persamaan bahasa, adat kebiasaan, wilayah, sejarah, sikap dan sistem politik. Secara garis besar kelompok etnis (suku bangsa) yang ada di Indonesia sebagai berikut:
1.     Pulau Sumatera didiami beberapa  suku bangsa seperti suku Aceh, Minangkabau, Batak, Melayu, BengkuluMentawai, Nias, Palembang dan Lampung.
2.    Pulau Kalimantan didiami beberapa suku bangsa seperti Dayak, Banjar, Melayu dan sebagainya.



3. Pulau Jawa didiami beberapa suku bangsa seperti suku Jawa, Sunda, Betawi,  Badui, Tengger, Samin,  dan sebagainya.
4. Pulau Sulawesi didiami beberapa suku bangsa seperti Minahasa, Sangir, Bolang Mongondo, Gorontalo, Toraja, Buton, Bugis, Makasar, dan sebagainya.
5. Pulau Bali didiami beberapa suku bangsa seperti Bali Aga (Bali Asli) dan Bali Majapahit (Bali pendatag dari Jawa).
6. Maluku didiami beberapa suku bangsa antara lain Ambon, Kei, Tual, Dobo, Morotai, dan sebagainya.
7. Pulau Papua didiami suku Waigeo, Bantata, Timika, Asmat, Dani dan sebagainya.
8. Nusa Tenggara didiami suku Saksak, Dompu, Helong, Timor, Lio, Alor dan sebagainya
b.      Kelompok masyarakat Indonesia berdasarkan agama
         Dalam masyarakat multikultural perbedaan gama merupakan salah satu kekayaan bangsa yaitu agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hu Chu serta berbagai aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan kelompok-kelompok agama tersebut muncullah kelompok-kelompok sosial baik yang formal maupun informal berdasarkan keyakinan agama tertentu. Contohnya MUI (Majelis Ulama Indonesia), KWI ( Konferensi Waligereja Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) dan WALUBI (Perwakilan Umat Budha Indonesia)
c.       Kelompok masyarakat Indonesia berdasarkan stratifikasi sosial
          Sekarang kelompok sosial berdasarkan stratifikasi sosial tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi saja melainkan aspek profesional juga diperhitungkan. Keinginan untuk maju membuat pendidikan mendapat tempat tersendiri di hati warga. Orang yang mendapat pendidikan tinggi menempati strata atas, sedangkan orang yang berpendidikan rendah menempati strata bawah.

2.    Dampak keanekaragaman di Indonesia
           Dengan adanya keanekaragaman kelompok-kelompok sosial maka masyarakat Indonesia berpotensi secara sosial dan politik untuk terpecah belah. Hal-hal yang menyebabkan potensi pecah belah adalah sebagai berikut:
a.       Masyarakat multikultural menghasilkan prasangka atau stereotip yang berujung pada primordialisme dengan menganggap bahwa daerah asal tempat kelahirannya adalah yang terbaik.
b.      Suku bangsa di daerah tertentu masih memegang adat istiadat  bahwa tempatnya adalah menjadi hak ulayatnya. Konsep hak ulayat ini berkembang menjadi diskriminasi antara warga suku bangsa asli dengan warga suku bangsa pendatang.
c.       Berbagai konflik yang terjadi antar suku bangsa diawali dengan kecemburuan suku bangsa asli terhadap suku bangsa pendatang. Suku bangsa asli menuntut pengakuan dari suku bangsa pendatang tentang keunggulan budaya mereka  dan penyesuaian adat istiadat setempat.
















Kalian telah mempelajari  gejala sosial yang bersifat positif.  Untuk menguji pemahamanmu isilah kolom berikut.

No
Gejala sosial

Contoh yang ada di masyarakat
1
Modernisasi




2
Pembangunan




3
Nasionalisme



4
Demokratisasi




5


Keanekaragaman





Gambar 3 c. merupakan ilustrasi dari modernisasi pertanian sebagai salah satu gejala sosial yang bersifat positif. Pertanyaannya:
a.   Mengapa sektor pertanian perlu modernisasi  ?
b.      Apa dampak positif modernisasi pertanian?
c.       Apa dampak  negatif dari modernisasi pertanian?




















E.                                      Konsep Dasar Sosiologi Dalam Mengkaji Berbagai Gejala  Sosial
a.    Mengamati lingkungan
  Kebut-kebutan di jalan raya sering dijumpai di kalangan remaja untuk menunjukkan eksistensi diri dan kelompoknya di depan orang lain.   Amatilah dan berikan analisis konsep dasar sosiologi apa yang digunakan untuk mengetahui penyebab dan baimana cara mencegah kebut-kebutan di jalan raya.

b.    Konsep dasar sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala sosial
Sosiologi memang sangat membantu para peneliti dalam mengungkap berbagai gejala sosial dalam masyarakat. Analisa-analisa peneliti tentunya meminta bantuan konsep-konsep dasar sosiologi yang telah kita pelajari pada bab sebelumnya.
Untuk mengungkap kenakalan remaja seperti tawuran maka konsep dasar sosiologi yang digunakan adalah adanya interaksi sosial dikalangan remaja tersebut. Tawuran antar remaja disebabkan karena adanya solidaritas kelompok. Jika anggota kelompok mempunyai masalah maka masalah itu menjadi masalah bersama dalam kelompok tersebut.
Melalui interaksi, kelompok sosial, perubahan sosial, pelapisan sosial dan konsep dasar lainnya dapat dijadikan dasar untuk mengetahui penyebab terjadinya gejala sosial kenakalan remaja. 


Kalian telah mempelajari Konsep dasar sosiologi dalam mengkaji berbagai gejala sosial.  Untuk menguji pemahamanmu isilah kolom berikut.

No
Gejala sosial

Hubungan dengan konsep dasar sosiologi
1
Narkoba




2
Pencurian




3
Korupsi



4
Terorisme



5
Vandalisme

















Gambar 3 d. adalah ilustrasi gejala sosial tawuran pelajar. Pertanyaannya:
a.       Sebutkan  sebab dan akibat adanya tawuran antar pelajar  tersebut ?
b.      Adakah manfaat tawuran antar pelajar ? Jelaskan !
c.       Bagaimana caranya agar tawuran antar pelajar tidak terjadi ?




 terus mempelajari ilmu baruadalah keharusan buat kita salam kenal dan selamat menikmati....




























































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar